The Power of Architecture

Tuesday, 3 March 2015

Psikologi Desain Interior

Assalamu'alaikum,,


Haii,,

Udh lama juga yaa saya gak ngeblog,,

untuk pemanasan kali ini saya akan memberikan sedikit informasi mengenai Psikologi  Desain Interior.

Sebelum membahas lebih jauh, saya akan menjelaskan sedikit tentang apa itu Psikologi dan apa itu Desain Interior.


  • Psikologi
Psikologi  (dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental.

  • Desain Interior

Pengertian desain interior sendiri adalah merencanakan, menata dan merancang ruang - ruang interior dalam bangunan. Tujuannya adalah untuk memperbaiki fungsi, memperkaya nilai estetika dan meningkatkan aspek psikologis dari ruang interior. 


  • Psikologi Interior

Dalam perkembangannya penataan interior dapat mempengaruhi psikologi seseorang. Ada beberapa unsur ruang yang dapat memengaruhi sisi psikologis, seperti warna, bentuk, garis, tekstur, suara, bau,dan berbagai gambar dan simbol yang memiliki dampak terhadap keadaan emosi, juga karakteristik psikologi manusia.
Salah satu aspek desain interior yang dapat mempengaruhi Psikologis adalah penggunaan warna pada desain interior itu sendiri. Pada dasarnya setiap warna memiliki potensi untuk memberikan kesan positif maupun negatif kepada pengguna ruang. Yang akan mempengaruhi perilaku pengguna dan juga keadaan psikologis pengguna.  

  • Psikologi Desain Interior Berdasarkan Warna

Warna adalah salah satu yang mampu memberi pengaruh psikologi yang kuat dalam interior. Warna menurut mood dapat menciptakan nuansa tersendiri, seperti kesan hangat,dingin,dan netral. Warna merah, kuning dan oranye dapat dikatakan warna yang mampu menaikkan tekanan darah. Warna tersebut akan membuat Anda merasa hangat dan bersemangat.

Sedangkan Warna biru, hijau, dan ungu dapat meredam suhu ruangan sehingga membuat Anda merasa Sejuk dan rileks. Psikologi warna juga bisa dipengaruhi latar belakang budaya dan kebutuhan masing-masing pengunjung.
Pada dasarnya ada empat warna dasar psikologis, yaitu merah, biru, kuning dan hijau. Mereka berhubungan  masing-masing untuk tubuh, pikiran, emosi dan keseimbangan :




MERAH
Merah adalah warna yang kuat dan memiliki panjang gelombang terpanjang, oleh karena itu warna merah akan langsung menjadi perhatian pertama kita. Warna Merah murni adalah warna yang paling sederhana, tanpa kehalusan. Hal ini merangsang dan hidup, sangat ramah. Pada saat yang sama, dapat dianggap sebagai penuntut dan agresif.
·         Pengaruh Positif :
Keberanian fisik, kekuatan, kehangatan, energi, kelangsungan hidup dasar, 'fight or flight',  stimulasi, maskulinitas, kegembiraan.
·      Pengaruh Negatif :
Defiance, agresi, dampak visual, sharing.


BIRU
Biru adalah warna pikiran dan pada dasarnya menenangkan, dan dapat mempengaruhi mempengaruhi mental kita, bukan reaksi fisik kita. Warna biru akan merangsang pemikiran yang jernih dan ringan, lembut serta akan menenangkan pikiran dan membantu konsentrasi. Oleh karena itu biru adalah warna yang tenang dan menenangkan mental.
·         Pengaruh Positif:
Kecerdasan, komunikasi, kepercayaan, efisiensi, ketenangan, tugas, logika,
kesejukan, refleksi, tenang.
·         Pengaruh Negatif:
Dingin, sikap acuh tak acuh, kurangnya emosi, kemasaman.


KUNING
Panjang gelombang kuning relatif lama dan pada dasarnya dapat lebih merangsang. Dalam hal ini dapat menstimulus emosional, sehingga kuning adalah warna terkuat dalam psikologis. Namun terlalu penuh dalam penerapan warna kuning dapat mempengaruhi emosional, sehingga menimbulkan ketakutan dan kecemasan.  
·         Pengaruh Positif:
Optimisme, kepercayaan diri, harga diri, extraversion, kekuatan emosional, keramahan, kreativitas.
·         Pengaruh Negatif:
Irasionalitas, ketakutan, kerapuhan emosional, depresi, kecemasan.

HIJAU
Hijau menyerang mata sedemikian rupa sehingga mata  tidak memerlukan penyesuaian apapun dan oleh karena itu hijau memberikan perasaan tenang. Berada di tengah spektrum, hijau adalah warna keseimbangan. Ketika di sekitar kita mengandung banyak warna hijau, ini menunjukkan adanya ketenangan dan keseimbangan.
·         Pengaruh Positif:
Keserasian, keseimbangan, penyegaran, cinta universal, istirahat, pemulihan,
jaminan, kesadaran lingkungan, keseimbangan, kedamaian.
·         Pengaruh Negatif:Kebosanan, stagnasi, blandness, kelemasan (colour-affects.co.uk).

  • Psikologi Desain Interior Berdasarkan Bentuk

Faktor psikologi penglihatan bisa dilihat dari bentuk bangunan. Bentuk biasanya mewakili apa yang ingin Anda sampaikan. Bentuk umumnya dapat diciptakan oleh garis maupun warna.  Bentuk bangunan bisa diklasifikasikan seperti bentuk simetris, asimetris,geometris, dan organik. Garis secara psikologi dapat membangkitkan perasaan yang berbeda, tergantung pada latar belakang mental Anda. Garis horizontal, biasanya akan memberikan ketenangan. Garis vertikal dapat memberikan perasaan stabilitas.
Untuk garis vertikal, bisa dilihat pada penerapan bangunan pilar. Selain garis, tekstur juga merupakan teknik desain interior yang bisa membangkitkan perasaan. Tekstur bisa diperoleh dari penggunaan material kayu, batu, bata, atau kain. Material tersebut merupakan elemen dekorasi yang bisa dilihat dan disentuh secara sempurna. Salah satu prinsip dasar penggunaan tekstur adalah berkaitan dengan kesan yang didapat.


Tekstur kasar cenderung membuat objek terlihat berat, sedangkan tekstur halus akan membuatnya terasa lebih ringan. Dengan cara ini, lantai marmer yang dipoles putih akan terasa lebih ringan daripada panel kayu keras. Setelah tekstur, elemen yang harus diperhatikan dalam membangun psikologi sebuah tatanan desain interior adalah suara.

  •   Psikologi Desain Interior Berdasarkan Suara

Bagi Anda yang hidup di kawasan perkotaan, pasti sudah merasa jenuh dengan lingkungan kota yang selalu bising oleh suara kendaraan bermotor. Untuk mengatasinya, Anda dapat menciptakan sebuah taman kecil. Selain sebagai simbol keseimbangan, suara gemericik air yang dihadirkan di dalam taman dapat memberikan efek psikologis yang menenangkan dan mampu melepaskan ketegangan sehingga bisa membuat perasaan menjadi nyaman sekaligus tenang.

  • Psikologi Desain Interior Berdasarkan Bau atau Penciuman

Keberadaan aroma yang berbeda di ruangan juga bisa memainkan peranan dalam membentuk sikap dan emosional seseorang. Ada berbagai macam aroma berbeda yang bisa memberikan kesan kegembiraan atau sebaliknya. Untuk itu diperlukan perencanaan yang tepat dalam mendesain suatu ruang.

  • Referensi :


Augustin, Sally. Place Advantage : Applied Psychology for Interior Architecture.

Nugroho, Eko. 2008. Pengenalan Teori Warna. Jakarta : Andi Publishers

www.colour-affects.co.uk/psychological-properties-of-colours









Total Pageviews

Popular Posts

Recent Posts

Mereka Berkata :